Sabtu, 07 Desember 2013

Definisi Minimum Organisasi Revolusioner


Sejak satu-satunya tujuan dari sebuah organisasi revolusioner adalah abolisi terhadap seluruh kelas-kelas yang eksis dengan sebuah cara yang tidak akan mengarah pada terbentuknya sebuah divisi baru dalam masyarakat, kami menilai bahwa sebuah organisasi dapat dikatakan revolusioner hanya apabila secara konsisten dan efektif bekerja menuju realisasi internasional kekuasaan absolut dewan-dewan pekerja, sebagaimana yang telah digambarkan dalam pengalaman revolusi-revolusi proletariat dalam abad ini.

Sebuah organisasi mesti membuat sebuah kritik yang integral atas dunia, atau ia sama sekali tak berarti. Kritik integral yang kami maksud adalah sebuah kritik yang komprehensif atas seluruh area-area geografis di mana berbagai bentuk kekuatan sosial-ekonomi yang terpisah eksis, sebagaimana juga sebuah kritik komprehensif atas segala aspek kehidupan.

Sebuah organisasi yang dapat melihat awal dan akhir dari program-programnya dalam sebuah dekolonisasi lengkap hidup harian. Dengan demikian tujuan organisasi revolusioner bukan pada swakelola massa atas dunia yang eksis saat ini, melainkan pada transformasi tanpa interupsi atas hal tersebut. Ia membentuk kritik radikal atas ekonomi politik, untuk menghapus sistem komoditi dan kerja upahan.

Sebuah organisasi yang menolak untuk mereproduksi di dalam dirinya sendiri segala kondisi hirarkis dari dunia dominan. Satu-satunya batas partisipasi-nya dalam demokrasi total adalah bahwa setiap anggota harus melihat dan menyadari koherensi kritik-kritiknya. Koherensi ini mesti ada baik dalam teori kritis maupun dalam relasi antara teori dan aktivitas praktiknya. Organisasi revolusioner harus secara radikal melakukan kritik terhadap setiap ideologi sebagai kekuatan yang terpisah dari ide-ide dan sebagai ide-ide tentang kekuatan yang terpisah. Dengan demikian di saat yang bersamaan ia menegasikan setiap jejak-jejak agama dan spectacle sosial secara umum, yang mana dari media massa menuju kebudayaan massa, telah memonopoli komunikasi antar individu dalam soal penerimaan terhadap imaji-imaji dari aktivitas mereka yang teralienasi. Organisasi yang meleburkan setiap “ideologi revolusioner”, membuka kedoknya sebagai penanda kegagalan sebuah proyek revolusioner, sebagai properti pribadi para spesialis kekuasaan yang baru, sebagai satu lagi representasi palsu yang menyusun dirinya sendiri di atas hidup nyata yang diproletarisasikan.

Sejak kriteria utama organisasi revolusioner modern adalah komprehensifitas yang dimilikinya, organisasi ini pada intinya adalah sebuah kritik atas berbagai politik. Ia harus secara eksplisit bertujuan menghancurkan dirinya sebagai sebuah organisasi yang terpisah dalam revolusi pada saat momen kemenangan hadir.


Situasionis Internasional
Juli, 1966

* * *
Diterjemahkan oleh Andre Barahamin, dengan mengacu pada terjemahan bahasa Inggris yang disediakan oleh Ken Knabb dan tetap mengacu pada teks aslinya yang berbahasa Prancis. Teks ini diadopsi dalam Konferensi ke 7, Situasionis Internasional yang diselenggarakan pada Juli 1966. Teks ini kemudian diterbitkan kembali dalam Jurnal Situasionis Internasional edisi #11 yang dipublikasikan di Paris, Oktober 1967.

0 komentar:

Posting Komentar